Kembali ke Blog
Tutorial 8 menit

Cara Pakai Claude Code di Windows via WSL2 (2026)

TL;DR: Claude Code adalah agentic coding tool dari Anthropic yang hidup di terminal, dan cara paling mulus menjalankannya di Windows adalah lewat WSL2. Alurnya empat langkah: aktifkan WSL2 dengan satu perintah wsl --install, pasang Node.js lewat nvm di dalam Ubuntu, install Claude Code via npm, lalu login dengan akun Claude Pro. Simpan proyek di filesystem Linux (bukan /mnt/c) supaya cepat, dan pakai VS Code dengan extension Remote WSL untuk pengalaman terbaik. Soal akun: Claude Pro tersedia via Akunpy Rp 249.000/bulan (resmi sekitar Rp 320.000) atau Rp 79.000 untuk 7 hari coba-coba. Artikel ini memandu tiap langkah, kebiasaan workflow Windows+WSL yang benar, plus troubleshooting yang paling sering muncul.

Kenapa Lewat WSL2?

Claude Code lahir sebagai tool berbasis terminal yang paling nyaman di lingkungan Unix — macOS dan Linux. Dukungan Windows native memang sudah tersedia, tapi banyak developer tetap memilih WSL2 (Windows Subsystem for Linux) karena tiga alasan. Pertama, kamu mendapat lingkungan Ubuntu penuh: bash, git, package manager apt, dan seluruh ekosistem CLI Linux berjalan persis seperti di server produksi. Kedua, mayoritas dokumentasi, tutorial, dan skrip otomasi di dunia developer ditulis untuk Linux, jadi hampir semuanya bisa kamu ikuti tanpa penyesuaian. Ketiga, WSL2 sekarang terintegrasi rapi dengan Windows: file bisa saling diakses, VS Code menyambung langsung, dan performanya jauh di atas WSL generasi pertama. Kalau kamu berniat serius memakai Claude Code — atau tool CLI developer lain — WSL2 adalah investasi setup satu kali yang terus terpakai.

Langkah 1: Install WSL2 dan Ubuntu

Buka PowerShell atau Windows Terminal sebagai Administrator (klik kanan → Run as administrator), lalu jalankan satu perintah: wsl --install. Perintah ini otomatis mengaktifkan fitur Windows yang dibutuhkan, mengunduh kernel WSL2, dan memasang distro default Ubuntu. Setelah selesai, restart komputer. Saat pertama kali membuka Ubuntu (cari "Ubuntu" di Start Menu), kamu diminta membuat username dan password Linux — ini terpisah dari akun Windows, dan password inilah yang dipakai setiap kali menjalankan perintah sudo. Verifikasi instalasi dengan wsl -l -v di PowerShell; pastikan kolom VERSION menunjukkan angka 2. Kalau masih 1, jalankan wsl --set-version Ubuntu 2. Syarat sistem: Windows 10 versi 2004 ke atas atau Windows 11, plus virtualisasi aktif di BIOS (di laptop modern biasanya sudah aktif dari pabrik).

Langkah 2: Install Node.js via nvm

Claude Code berjalan di atas Node.js versi 18 ke atas. Jangan install Node lewat apt bawaan Ubuntu — versinya sering tertinggal dan instalasi global npm-nya rawan masalah permission. Cara yang benar: pakai nvm (Node Version Manager). Buka terminal Ubuntu, pasang nvm dengan skrip resmi dari repo GitHub nvm-sh/nvm — salin perintah curl terbaru langsung dari README-nya, karena nomor versinya berubah dari waktu ke waktu. Setelah skrip selesai, tutup dan buka lagi terminal (atau jalankan source ~/.bashrc), lalu install Node LTS dengan perintah: nvm install --lts. Cek hasilnya dengan node -v dan npm -v. Keuntungan terbesar nvm: Node terpasang di home directory milikmu sendiri, jadi npm install -g tidak pernah butuh sudo — ini sekaligus mencegah error permission paling umum di langkah berikutnya.

Langkah 3: Install Claude Code dan Login

Masih di terminal Ubuntu, install Claude Code secara global: npm install -g @anthropic-ai/claude-code. Setelah selesai, cek dengan claude --version. Untuk mulai memakai, masuk ke folder proyekmu — atau buat folder latihan baru: mkdir -p ~/projects/coba lalu cd ~/projects/coba — dan ketik claude. Di sesi pertama, Claude Code memandu proses login: kamu diarahkan membuka browser dan masuk dengan akun Claude, lalu sesi terminal tersambung otomatis. Setelah itu kamu bisa langsung mengobrol dengan Claude tentang kode di folder tersebut: minta dijelaskan struktur proyek, dibuatkan fungsi, diperbaiki bug, sampai menjalankan test — semuanya dari terminal. Satu kebiasaan baik sejak awal: selalu jalankan Claude Code dari dalam folder proyek (bukan dari home directory), karena konteks kerjanya mengikuti direktori tempat dia dijalankan.

Kebutuhan Akun: Claude Pro

Claude Code membutuhkan akun Claude berbayar — paket gratis tidak memadai untuk pemakaian coding yang nyata. Jalur resmi Claude Pro realistisnya sekitar Rp 320.000 per bulan setelah kurs dan biaya kartu, dan pembayarannya butuh kartu kredit/debit internasional yang sering menolak kartu terbitan Indonesia. Alternatifnya, Akunpy menyediakan slot privat Claude Pro seharga Rp 249.000 per bulan, atau Rp 79.000 untuk 7 hari — pas untuk menguji dulu apakah workflow Claude Code memang cocok dengan gaya kerjamu sebelum komit bulanan. Pembayaran pakai QRIS/GoPay/OVO tanpa kartu kredit, aktif di bawah satu menit, dan slotnya privat tanpa berbagi password. Fair-use-nya 13 pesan per 5 jam plus 100 pesan per 7 hari — untuk sesi coding, artinya biasakan satu pesan berisi instruksi yang lengkap ketimbang banyak pesan pendek beruntun. Perbandingan paket dan detailnya ada di Claude Code murah.

Workflow Windows + WSL: File, VS Code, Terminal

Tiga kebiasaan yang membuat pengalaman WSL2 terasa mulus:

Simpan proyek di filesystem Linux. Drive Windows bisa diakses dari WSL lewat /mnt/c (misalnya /mnt/c/Users/NamaKamu/Documents), tapi operasi file di sana jauh lebih lambat. Simpan repo di home Linux (~/projects) — git status dan npm install bisa berkali lipat lebih cepat. Kalau perlu memindahkan file dari Windows, cukup cp dari /mnt/c ke home Linux.

VS Code + extension WSL. Install VS Code di Windows, pasang extension "WSL" dari Microsoft, lalu dari terminal Ubuntu ketik code . di folder proyek. VS Code terbuka di Windows tapi bekerja langsung terhadap file Linux — dan terminal terintegrasinya otomatis bash Ubuntu, jadi Claude Code jalan berdampingan dengan editor dalam satu jendela.

Pakai Windows Terminal. Lebih nyaman dari console bawaan: ada tab, split pane, dan profil Ubuntu muncul otomatis. Sesekali butuh membuka file Linux dari Windows Explorer? Bisa lewat alamat \\wsl$\Ubuntu di address bar.

Troubleshooting Umum

Error EACCES / permission denied saat npm install -g. Hampir selalu karena Node dipasang lewat apt atau installer sistem. Solusi bersihnya: hapus Node sistem, install ulang lewat nvm seperti Langkah 2 — dan jangan membiasakan sudo npm.

wsl --install tidak dikenali atau gagal. Pastikan Windows kamu cukup baru (Windows 10 2004+ / Windows 11) dan PowerShell berjalan sebagai Administrator. Kalau muncul pesan soal virtualisasi, aktifkan Intel VT-x / AMD-V di BIOS.

Internet di dalam WSL mati padahal Windows online. Masalah DNS/adapter yang cukup umum. Jalankan wsl --shutdown dari PowerShell lalu buka Ubuntu lagi; kalau masih bermasalah, cek VPN atau antivirus yang suka mengubah adapter jaringan.

Claude Code terasa lambat membaca file. Cek apakah proyekmu ada di /mnt/c — kalau iya, pindahkan ke home Linux.

Login bermasalah atau sesi terputus. Logout lalu login ulang dari dalam Claude Code, pastikan jam sistem akurat, dan jalankan wsl --update dari PowerShell untuk memperbarui kernel WSL.

Kesimpulan

Setup Claude Code di Windows lewat WSL2 cuma butuh empat langkah: wsl --install, nvm + Node LTS, npm install -g @anthropic-ai/claude-code, lalu login — total 15-30 menit termasuk restart. Setelah itu kamu punya lingkungan development Linux penuh di dalam Windows, dengan Claude sebagai rekan koding di terminal yang bisa membaca proyekmu, menulis kode, dan menjalankan perintah atas persetujuanmu. Dua kebiasaan yang paling menentukan kenyamanan jangka panjang: simpan proyek di filesystem Linux, dan kerjakan semuanya lewat VS Code Remote WSL. Sisanya tinggal jam terbang — mulai dari proyek kecil, biarkan workflow-nya terbentuk, lalu naikkan kompleksitas tugas yang kamu delegasikan ke Claude seiring kepercayaanmu tumbuh.

Ada pertanyaan lain?

Buka Dashboard